Archive for Juli, 2009
Ulama
“ Wahai anakku, duduklah bersama para ulama dan mendekatlah kepada mereka dengan kedua lututmu, karena sesungguhnya Allah menghidupkan hati manusia dengan cahaya hikmah, sebagaimana Allah menghidupkan bumi yang gersang dengan hujan.” (Luqman Al-Hakim)
Menurut ahli pembelajaran, ilmu akan muncul tatkala terjadinya interaksi antar manusia. Dengan demikian, semakin banyak berinteraksi dengan orang-orang alim, semakin banyak ilmu yang meresap dalam diri kita, disadari atau tidak. Memang, kalau sudah biasa dilakukan, rasanya tidak ada terjadi peningkatan ilmu dalam diri kita. Tapi yakinlah, peningkatan (ilmu pengetahuan) itu ada, meski perlahan. Masalah interaksi dengan para ulama juga mendapat perhatian serius dari Luqman al-Hakim. Makanya, hamba Allah yang namanya termaktub dalam Al-Qur’an itu selalu menasehati anaknya untuk sering-sering mendekati ulama. Duduk atau berkawan saja dengan mereka sama halnya dengan belajar, karena akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Apalagi kalau ikut belajar dengan sungguh-sungguh bersama mereka. Lazimnya, dengan berkawan dengan mereka, hati kita akan terdorong untuk belajar dan berperilaku seperti mereka. Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan Rasulullah SAW bahwa, kalau ingin tahu pengetahuan agama seseorang, maka lihatlah siapa kawannya. Dikatakan juga, ibadahnya orang alim lebih tinggi nilainya daripada ibadahnya orang biasa. Hal ini sangat masuk akal, karena orang alim mengerti rukun-rukunnya dan hal-hal yang bisa mengurangi pahala atau membatalkan suatu ibadah. Bukan hanya itu, orang alim yang sedang tidur saja lebih dikuatirkan setan daripada orang biasa yang sedang beribadah. Ini menunjukkan bahwa betapa sulitnya orang yang benar-benar alim tergoda setan; dan sebaliknya, betapa mudahnya orang tak berilmu tergoda setan. Karena itu, kita perlu selalu belajar, apalagi Rasul telah mengingatkan kita untuk belajar dari ayunan sampai ke liang lahat (seumur hidup). Yang juga penting adalah memastikan anak-anak atau generasi kita senantias belajar, agar kelak menjadi ulama masa depan yang akan memberikan pencerahan untuk umat yang lebih luas. ( sumber : Jarjani Usman serambinews.com )Mengajarkan bahasa Inggris pada Balita
Mungkin kebanyakan orangtua mengira bahwa mengajarkan bahasa Inggris kepada balita itu mustahil dan sangat sulit dilakukan. Sebab, menurut mereka, bagi orang dewasa saja sudah sulit apalagi jika diajarkan kepada balita. Karena alasan ini, banyak orangtua tidak memiliki keinginan untuk mengajarkan bahasa Inggris kepada anaknya sejak usia dini.
Padahal, sebenarnya tidaklah demikian. Balita tetap bisa diajarkan berbahasa Inggris. Hanya saja, metode yang digunakan berbeda dengan metode untuk orang dewasa. Perlu ada pengemasan bentuk dalam menyampaikan materi dan ritme yang berbeda.
Metode ini di antaranya dengan memberikan kemasan visual berupa gambar dan kartu. Sebab, visual memiliki pengaruh besar bagi daya tangkap seorang anak, terutama bayi di bawah umur lima tahun. Melalui visual ini, otak anak akan merekam informasi bahasa yang didapatkannya melalui pengajaran yang dibuat. Selain itu, materi yang diajarkan juga bersifat tunggal, yakni berupa kosakata bukan kalimat panjang.
Misalnya, kita akan mengajarkan kosakata dan memperkenalkan buah-buahan, seperti mangga, tomat, pepaya, dan pisang. Setiap buah-buahan yang ingin diperkenalkan dibuat visualnya melalui gambar yang menarik bagi anak. Lalu di bawahnya diberi kosakata bahasa Indonesia dari nama buah-buahan tersebut. Dan, di bawahnya diberi kosakata bahasa Inggrisnya.
Metode ini memiliki kemudahan bagi kedua belah pihak. Anak akan lebih mudah mencerna, sedangkan pengajar atau orangtua didik lebih mudah dalam menyampaikannya. Dengan begitu, proses pengajaran pun akan berjalan lebih cepat. Paling tidak, sangat bermanfaat dalam proses pendidikan bahasa Inggris pada tahap selanjutnya.
Metode yang digunakan misalnya dengan karyu peraga.Melalui kartu peraga ini, anak Anda akan lebih mudah mencerna materi yang diajarkan. Dan, pada pertambahan penguasaannya, kartu ini dilengkapi sistem tutup buka kosakata bahasa Inggris. Cara ini akan mampu memantau sejauh mana daya ingat dan kecepatan anak Anda menguasai kosakata bahasa Inggris melalui gambar di atasnya.
( Tulisan ini disarikan dari sumber : Viva news )
Untukmu Benteng Pendhem Club 02 Juli 2009
Membuat wallpaper memang gampang-gampang susah, atau memang susah beneran. Tapi, demi meramaikan lomba di kotangawi.com, walaupun susah tetap berusaha membuatnya. untuk kesempatan ini saya tampilkan wallpaper saya adalah sebagai berikut :

Dalam penggarapan wallpaper ini saya hanya menggunakan satu software setengah gratis, yaitu Adobe Photoshop 7 versi bajakan dan gambar backgrounnya juga dari Free clipart ( gratis juga ).
Saya sengaja memilih warna dasar merah, yang menggambarkan keberanian dan sikap semangat, walaupun sang mentari baru terbit, walau usia “komunitas blogger kota Ngawi ” masih baru satu tahun, ibarat matahari yang baru terbit.
Warna tulisan BPC Kuning, menggambarkan cahaya, yang berarti harapan. Dengan harapan yang cerah, kelak diharapkan segala tujuan dari komunitas ini akan terlaksana, yaitu membangun Kota Ngawi.
Frame warna biru, warna langit dan laut, Laut nan dalam dan langit nan tinggi. Itulah kerangka harapan dari semua anggota, mempunyai ilmu yang dalam dan derajat yang tinggi , sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah SWT.
Selamat dan sukses atas ulang tahun ke-1 Komunitas Blogger Kota Ngawi .
Menikah dengan Mas Kawin Bibit Jati
Unik dan heboh. Kedua kata itu tepat untuk melambangkan perayaan pernikahan pasangan Amsad Rangkuti dan Siti di Kampung Cimayang, Cibatok, Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, baru-baru ini. Calon mempelai laki-laki memberi mas kawin berupa bibit pohon jati sebanyak lima ratus buah.
Usai melakukan ijab kabul di hadapan Menteri Kehutanan MS Kaban, kedua mempelai langsung diarak ke lokasi penanaman. Keduanya diminta untuk menanam bibit pohon jati sebagai tanda sah pernikahannya. Menteri Kehutanan berharap kepada generasi penerus agar tetap menjaga pelestarian alam karena keberadaan hutan makin memprihatinkan akibat pemanasan global. ( liputan 6. )
Ide yang bagus… siapa mau menyusul…?


Komentar