Ulama

Juli 21, 2009 at 12:34 pm 1 komentar

“ Wahai anakku, duduklah bersama para ulama dan mendekatlah kepada mereka dengan kedua lututmu, karena sesungguhnya Allah menghidupkan hati manusia dengan cahaya hikmah, sebagaimana Allah menghidupkan bumi yang gersang dengan hujan.” (Luqman Al-Hakim)

Menurut ahli pembelajaran, ilmu akan muncul tatkala terjadinya interaksi antar manusia. Dengan demikian, semakin banyak berinteraksi dengan orang-orang alim, semakin banyak ilmu yang meresap dalam diri kita, disadari atau tidak. Memang, kalau sudah biasa dilakukan, rasanya tidak ada terjadi peningkatan ilmu dalam diri kita. Tapi yakinlah, peningkatan (ilmu pengetahuan) itu ada, meski perlahan.
Masalah interaksi dengan para ulama juga mendapat perhatian serius dari Luqman al-Hakim. Makanya, hamba Allah yang namanya termaktub dalam Al-Qur’an itu selalu menasehati anaknya untuk sering-sering mendekati ulama. Duduk atau berkawan saja dengan mereka sama halnya dengan belajar, karena akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Apalagi kalau ikut belajar dengan sungguh-sungguh bersama mereka. Lazimnya, dengan berkawan dengan mereka, hati kita akan terdorong untuk belajar dan berperilaku seperti mereka. Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan Rasulullah SAW bahwa, kalau ingin tahu pengetahuan agama seseorang, maka lihatlah siapa kawannya.
Dikatakan juga, ibadahnya orang alim lebih tinggi nilainya daripada ibadahnya orang biasa. Hal ini sangat masuk akal, karena orang alim mengerti rukun-rukunnya dan hal-hal yang bisa mengurangi pahala atau membatalkan suatu ibadah. Bukan hanya itu, orang alim yang sedang tidur saja lebih dikuatirkan setan daripada orang biasa yang sedang beribadah. Ini menunjukkan bahwa betapa sulitnya orang yang benar-benar alim tergoda setan; dan sebaliknya, betapa mudahnya orang tak berilmu tergoda setan.
Karena itu, kita perlu selalu belajar, apalagi Rasul telah mengingatkan kita untuk belajar dari ayunan sampai ke liang lahat (seumur hidup). Yang juga penting adalah memastikan anak-anak atau generasi kita senantias belajar, agar kelak menjadi ulama masa depan yang akan memberikan pencerahan untuk umat yang lebih luas.
( sumber : Jarjani Usman serambinews.com )

Entry filed under: Pesan Moral. Tags: .

Mengajarkan bahasa Inggris pada Balita Perdagangan Karbon, Menjual Kelestarian Hutan

1 Komentar Add your own

  • 1. mastermisterndru  |  September 17, 2009 pukul 7:56 am

    saya mewakili pantia lomba blog kmarin memberitahukan bahwa http://ihdasana.wordpress.com juga menang dalam lomba. info selengkapnya dilihat di kotangawi.com. dimohon ikut dalam acara buka bersama dan penyerahan hadiahnya di gedung dishub ngawi tgl 18 september 2009 jam 17.00. terima kasih YM : ndruartcohole

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Author

Pesan Luqmanil Hakim : "Wahai anakku, janganlah engkau belajar apa yang belum kau ketahui, sebelum engkau mengamalkan apa yang telah engkau ketahui "

Kategori

Lomba Menulis Blog BPC 2009

Harian

Juli 2009
S S R K J S M
    Okt »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

SocialVibe



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.