Posts filed under ‘seputar pesantren’
Menag Buka Pendidikan Maahad Al Quran Gratis
Jakarta (ANTARA) – Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni minta kepada para santri yang hafal Al Quran dan mahiar Bahasa Arab untuk ikut pendidikan Maahad Al Quran di Pondok Pesantren Darul Muzari`in Al Islamiah, Karang Bolong, Pandeglang, Banten.
Di negeri ini banyak santri yang hafal Al Quran, tepi yang hafal dan mahir Bahasa Arab sangat langka,” kata Maftuh dalam percakapan dengan ANTARA di Jakarta, Sabtu.
Ia mengatakan, persiapan pendidikan maahad Al Quran di Pondok Pesantren Darul Muzari`in sudah matang. Pada September mendatang sudah dapat dilaksanakan. Semua biaya selama perkuliahan dibebasakan. Cuma santri yang ikut pendidikan untuk gelombang pertama ini dibatasi, 25 santri.
“Kita membebaskan 25 santri lelaki saja. Semua biaya perkuliahan, penginapan di asrama dibebaskan. Hanya saja, untuk makan sehari-hari, santri harus cari sendiri,” kata Maftuh.
Pondok Pesantren itu sendiri, aku Menag, akan dipimpin langsung oleh dirinya sendiri. Memimpin sebuah pondok pesantren merupakan obsesi Maftuh sebelum ia menjadi Duta Besar di Arab Saudi.
Mengenai tenaga pengajar, ia mengatakan, semuanya berasal dari negara Timur Tengah. “Saya tak membayar para pengajar, tetapi atas komitmen sejumlah tokoh dan ulama dari negara sahabat itu. Mereka bersedia mengirim pengajar ke sini,” Maftuh menjelaskan.
Karena itu, lanjutnya lagi, para santri yang ikut pendidikan maahad Al Quran itu selain harus hafal Al Quran juga mahir Bahasa Arab sebagai persyaratan utama. Syarat lain, yaitu berijazah SLTA dan berbadan sehat.
“Kapan para santri bisa mendaftar?” tanya Maftuh.
Ia kemudian menjelaskan pertanyaannya sendiri. Katanya, sekitar awal September sudah dapat dilakukan. Sementara ini sedang dibahas materi sebagai bahan seleksi santri dengan melibatkan berbagai pakar Al Quran.
Direktur Pusat Studi Islam Frankfurt, Jereman, Prof. Dr. Muhammad Hassan Hitou, ketika ikut meletakan batu pertama pembangunan gedung Maahad Al Quran Pondok Pesantren Darul Muzari`in Al Islamiah, Karang Bolong, Pandeglang, Banten, tahun lalu, mengharapkan lembaga pendidikan Al Quran itu dapat menjadi institusi terbesar di Asia Tenggara.
Pasalnya, karena lingkungan masyarakatnya sangat mendukung disamping suasana relegius Islami sudah tertanam sejak lama.
Ketika datang pertama kali ke Pandeglang, ia mengatakan, infrastruktur belum memadai. Tapi ketika akan dilakukan peletakan batu pertama, jalan sudah baik.
Hassan Hotou datang ke Pandenglang sudah kedua kalinya. Selain memberi bantuan bangunan bagi Pondok pesantren tesebut, juga membagi-bagi bantuan langsung tunai kepada masyarakat miskin di kawasan tersebut.
Dr. Taufik Ramadhan, pengajar pada jurusan ilmu Islam Universitas Damaskus, Suriyah mengatakan, Ma`had Al Quran di Pondok Pesantren yang didirikan di Pandeglang ini memiliki arti penting dalam pengembangan ajaran Islam. Peletakan batu pertama hanya merupakan simbol belaka, tetapi lebih penting dari itu adalah mengisi dengan berbagai kegiatan sesuai seperti yang diamanatkan Nabi Muhammad SAW.
Mengamalkan ajaran Islam dan Al Quran akan membawa keberkahan yang pada akhirnya akan memperkuat solidaritas sesama Muslim, katanya.
Tentanag pengembangan Maahad ke depan, menurut Hassan Hitou, akan membangkitkan kejayaan Banten dengan nilai Islamnya. Sebab, dari berbagai literatur yang dipelajarinya, banyak ulama dari daerah ini melahirkan karya ilmiah dan bernilai tinggi.
Kejayaan Banten dengan nilai Islamnya haras dikembalikan, katanya.
Prof. Muhammad Hassan Hitou akan menjadi penyandang utama pembangunan gedung Maahad Al Quran. Berapa besarnya nilai bantuan itu, Maftuh tak mau menjelaskan.
“Kita terima beres,” katanya.
Sekretaris Umum Yayasan Darul Muzari`in al Islamiah, H. Sudaryono mengatakan, Pondok Pesantren itu didirikan pada 1998. Pada tahun 2000 didirikan masjid. Luas areal pendidikan 8 ha, untuk lahan percobaan dan sarana pertanian 12 ha. Sedangkan luas pertanian mencapai 20 ha. Di areal ini juga ada lahan untuk peternakan sapi dan kambing dengan lahan 1,5 ha. Juga ada pabrik tahu untuk memberdayakan masyarakat setempat.

Komentar